BAURAN PEMASARAN ATAU MARKETING MIX, BRAND IMAGE DAN SALURAN DISTRIBUSI ATAU DISTRIBUSI

Pemasaran tidak hanya memasarkan dan menjual barang, akan tetapi pemasaran dapat diartikan lebih luas sebagai paradigma berfikir setiap unsur dalam perusahaan, yakni apa yang harus dapatkan dari perusahaan dan masyarakat?". Pemasaran juga tidak hanya menjual beli dan memikirkan produk apa yang ingin dijual dan apa yang dibutuhkan masyarakat, tetapi mereka juga sebagai penghubung dan membangun hubungan antar mitra bisnis dengan pemasok dan konsumen, serta mitra bisnis lainnya.


Pengertian atau Definisi Pemasaran

Pemasaran adalah tentang mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial.  Salah satu definisi pemasaran tersingkat yang baik adalah "memenuhi kebutuhan secara menguntungkan."  Ketika eBay menyadari bahwa orang-orang tidak dapat menemukan beberapa barang yang paling mereka inginkan, itu membuat kantor lelang lelang online. Ketika IKEA memerhatikan bahwa orang-orang menginginkan makanan enak dengan harga yang jauh lebih murah, IKEA menciptakan fumiture knockdown.  Kedua perusahaan ini menunjukkan pengetahuan pemasaran dan mengubah kebutuhan pribadi atau sosial menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. (Kotler dan Keller, 2012:6).


Kotler (2000). Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai satu sama lain.

 

Menurut Marjorie Clayman (Director of Client Development, Clayman Advertising, Inc) Pemasaran adalah membangun merek Anda, meyakinkan orang-orang bahwa merek Anda (yang berarti produk/jasa/perusahaan) adalah yang terbaik dan melindungi hubungan Anda dalam membangun dengan pelanggan Anda. 


Istilah Marketing Mix kita sering dengar dan kita jumpa di perkuliahan dan juga istilah ini digunakan oleh para pebisnis besar. Seiring perkembangan zaman, teori-teori tentang marketing mix juga berkembang. Apalagi dalam ilmu ekonomi dan sosial yang bersifat fleksibel harus berkembang mengikuti perkembangan zaman atau tantangan di era millenial saat ini.


American Marketing Association (2004). Pemasaran adalah fungsi organisasi dan serangkaian proses penciptaan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai bagi para pelanggan, serta mengelola relasi pelanggan sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat bagi organisasi dan para stakeholder.


Pengertian atau Definisi Manajemen Pemasaran

Kotler dan Amstrong (2002) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah "The process by which companies create value for customers and build strong customer relationships in order to capture from customer in return". Manajemen pemasaran merupakan suatu proses untuk memberikan nilai kepada konsumen dan membangun hubungan yang erat dengan konsumen dengan cara yang menguntungkan perusahaan.


Apa itu Marketing Mix?

Menurut Kotler dan Keller (2012:25) Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran di mana perusahaan menggunakannya untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Unsur bauran pemasaran, yakni Produk (Product), Harga (Price), Promosi (Promotion) dan Tempat (Place).



Produk (Product) 

Menurut Kotler dan Amstrong (2012:230), porduct is anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption that might satisfy a want or need. Artinya bahwa produk merupakan sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikonsumsi yang bisa memuaskan keinginan dan kebutuhan.


Kualitas Produk

Menurut Kotler dan Keller (2012:138) Kualitas adalah keseluruhan corak dan karakteristik dari sebuah produk dan jasa yang menunjang kemampuan untuk memuaskan pelanggan baik secara langsung maupun tidak langsung.


Indikator Kualitas Produk menurut Garvin (2008:89) dalam Lili Suryati (2015, h. 26-27), yaitu: 


1. Feature (keistimewaan tambahan) merupakan aspek kedua dari performansi yang menambah fungsi dasar berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya.


2. Durability (daya tahan) merupakan ukuran masa pakai suatu produk. Karakteristik ini berkaitan dengan daya tahan produk itu.        


3. Service Ability (kemampuan pelayanan) merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, keramahan, kesopanan, kompetensi, kemudahan serta akurasi dalam perbaikan.


4. Perceived Quality (kualitas yang dirasakan) bersifat subyektif berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengkonsumsi produk.




 

Harga (Price)

Harga (price) adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu (Deliyanti Oentoro, 2012).

Harga merupakan sesuatu yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa (Lamb, dkk. 2011:268).

 

Indikator Harga menurut Lili Suryati (2016, h.38), yaitu :


1. Diskon dan Potongan Harga. Mengurangi harga melalui penggunaan kupon diskon, tarif borongan, rabat dan lainnya.


2. Harga Promosi. Mengurangi harga untuk menaikkan penjualan jangka pendek. 



Tujuan Penetapan Harga

pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu :


1. Tujuan berorientasi pada Laba

Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan dikenal dengan istilah maksimalisasi laba. Dalam era persaingan global, kondisi yang dihadapi semakin kompleks dan semakin banyak variabel yang berpengaruh terhadap daya saing setiap perusahaan, sehingga tidak mungkin suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat menghasilkan laba maksimum. 

Oleh karena itu ada pula perusahaan yang menggunakan pendekatan target laba, yakni tingkat laba yang sesuai atau pantas sebagai sasaran laba. Ada dua jenis target laba yang biasa digunakan, yaitu target laba yang biasa digunakan, yaitu target margin dan target ROI (Return On Invesment).

2. Tujuan Berorientasi pada Volume 

Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah volume pricing objective. Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan atau pangsa pasar. Tujuan ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan penerbangan.

3. Tujuan Berorientasi pada Citra

Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk membentuk citra nilai tertentu (image of value), misalnya dengan memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga terendah di suatu wilayah tertentu. Pada hakekatnya baik penetapan harga tinggi maupun rendah bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan produk yang ditawarkan perusahaan.

4. Tujuan Stabilitas Harga 

Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilitas harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilitas dilakukan dengan jalan menetapkan harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader). 

5. Tujuan-tujuan lainnya

Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur tangan pemerintah. 


Faktor-faktor Pertimbangan Harga 


Dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan harga, yakni faktor internal perusahaan dan faktor lingkungan eksternal.

Faktor Internal perusahaan mencakup tujuan pemasaran perusahaan, strategi bauran pemasaran, biaya dan organisasi. 


1. Tujuan Pemasaran Perusahaan

Faktor utama yang menentukan dalam penetapkan harga adalah tujuan pemasaran perusahaan. Tujuan tersebut bisa berupa maksimalisasi laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar, menciptakan kepemimpinan dalam hal kualitas, mengatasi persaingan, melaksanakan tanggung jawab sosial, dan lain-lain.

2. Strategi Bauran Pemasaran 

Harga merupakan salah satu komponen sehingga perlu dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran lainnya, yaitu produk, distribusi dan promosi.

3. Biaya

Biaya merupakan faktor yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Maka, setiap perusahaan pasti menaruh perhatian besar pada aspek struktur biaya (tetap dan variabel), serta jenis-jenis biaya lainnya, seperti out-of-pocket cost, incremental cost, opportunity cost, controllable cost, dan replacement cost. 


untuk menganalisis pengaruh biaya terhadap strategi penetapan harga ada tiga macam hubungan yang perlu dipertimbangkan, yaitu : 1) rasio biaya tetap terhadap biaya variabel, 2) skala ekonomis yang tersedia bagi suatu perusahaan 3) struktur biaya perusahaan dibandingkan pesaingnya. 


Promosi (Promotion)

Bauran promosi  sering disebut juga sebagai bauran komunikasi, terdiri dari bauran advertising, personal selling, sales promotion, publics relation dan direct marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran (Kotler dan Keller 2012:512).


Pada hakekatnya promosi (Harman Malau 2015, h.103) adalah komunikasi pemasaran bertujuan memberikan informasi mendidik dan sering membujuk pasar sasaran mengenai perilaku yang diinginkan. Kata promosi sering digunakan secara spesifik dengan mengartikan komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator.


Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai inesentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. 


Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjualan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokkan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Customer promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan merangsang/mendorong pelanggan untuk membeli. 

2. Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong/merangsang pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk memperdagangkan barang/jasa dari sponsor. 

3. Sales-force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan memotivasi armada penjual.

4. Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama, dan "mendidik"pelanggan.


Uraian singkat mengenai komponen-komponen dicatat di bawah ini dengan lebih rinci, yakni :


Pesan. Apa yang akan Anda komunikasikan. Pesan diinspirasikan dengan mempertimbangkan apa yang audiens sasaran perlu diketahui dan percaya sehingga dengan senang hati bertindak.


Pembawa pesan. meliputi juru bicara, sponsor, mitra kerja dan aktor untuk menyampaikan pesan. Hal ini menyangkut siapakah audiens sasaran yang Anda ingin pikirkan, mereka merupakan penjual atau pemasok produk dan berada dibelakang komunikasi.


Saluran Komunikasi. mengacu dimanakah pesan promosi yang akan dikembangkan dengan saluran distribusi, yang digambarkan lebih dulu dimana dan kapan pelanggan sebenarnya membeli produk, melakukan transaksi, menerima pesan dan berpartisipasi dalam program.


Pemasaran langsung (direct marketing) merupakan komunikasi langsung untuk individu khusus dengan maksud mencari respon ataupun mengadakan dialog. alat yang digunakan diantaranya adalah surat langsung/"direct mail" (misalnya tagihan air yang dimasukkan dengan promosi pengurangan pengguna air toilet yang berlebihan).


Saluran Distribusi

Produk yang telah dibuat perlu didistribusikan untuk sampai ke tangan konsumen, baik melalui saluran distribusi, perantara maupun dikirim langsung ke pengguna. Proses distribusi biasanya melibatkan : Perantara, yaitu  individu atau perusahaan  yang membantu mendistribusikan produk. Pengecer (retailer), yaitu perantara yang menjual produknya secara langsung kepada konsumen. Pedagang grosir (wholesaler), yaitu perantara yang menjual produk ke perusahaan lain untuk dijual kembali kepada konsumen akhir. Agen penjualan (sales agent) atau pedagang perantara (broker), yaitu perantara independen yang mewakili perusahaan dan menjual ke pedagang grosir atau pengecer. 


Faktor distribusi memberikan utilitas pada konsumen karena produk tersebut mudah untuk dibeli saat dibutuhkan . Hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi adalah (Deliyanti, 2012) :

1.    Tingkat kelangsungan saluran, terkait kondisi pasar (terkonsentrasi atau tersebar); Atribut produk (besar atau kecil, mahal, berbahaya, tidak tahan lama); keunggulan biaya (banyak manfaat atau tanpa manfaat); Atribut perusahaan (kekuatan finansial, usuran, pengalaman saluran, dan strategi pemasaran).

2.    Jumlah anggota saluran, apakah intensif (pemilihan sebanyak mungkin peritel atau penjual grosir, selektif (tertentu saja sesuai kriteria), atau eksklusif (hanya memilih satu penjual grosir atau peritel).

3.    Kriteria dalam pemilihan anggota saluran, terkait reputasi, atau jasa yang disediakan.

4.    Jumlah saluran, apakah satu saluran untuk satu pasar sasaran atau banyak pasar sasaran, atau banyak saluran untuk satu pasar sasaran atau banyak pasar sasaran. 

Strategi Distribusi

Terkait dengan cakupan pasar yang ingin dicapai dan jenis produk yang dihasilkan, seorang produsen dapat menerapkan strategi distribusi berikut (Wahyu Saidi, 2007) :

1.    Distribusi intensif, yakni mendistribusikan produk melalui sebanyak mungkin saluran dan anggota saluran (grosir atau pengecer). Biasanya dipakai untuk produk-produk  konsumsi biaya rendah dengan daya tarik yang luas, seperti majalah.

2.    Distribusi eksklusif, yakni hak eksklusif  yang diberikan produsen dalam menjual dan mendistribusikan produk tertentu ke sejumlah grosir atau pengecer yang terbatas dalam wilayah geografis tertentu. Contoh : jam tangan Rolex hanya dijual di toko Rolex resmi. 

3.    Distribusi selektif, yakni distribusi melalui grosir dan pengecer terpilih yang memberikan perhatian khusus atas produk tertentu dalam penjualannya, manfaat pajangan, dan lainnya. Biasanya diterapkan pada produk peralatan dan perabot rumah tangga.

 

Proses distribusi melibatkan pedagang grosir, pengecer, agen, dan pialang. Berikut ini adalah pembahasan tentang pedagang grosir, pengecer, agen dan pialang :


Pedagang grosir (wholesaler). Pedagang grosir merupakan badan independen yang membeli produk dari berbagai produsen atau perusahaan manufaktur dan menjualnya ke perusahaan lain. Pedagang grosir dibedakan atas :

Pedagang grosir jasa  penuh (full-service merchant),  merupakan jumlah terbesar pedagang grosir yang ada yang memberikan layanan kredit, pemasaran, dan perdagangan.

Pedagang grosir fungsi terbatas (limited-function merchant),  yang memberikan jasa terbatas seperti jasa penyimpanan. Pelanggannya biasanya merupakan usaha kecil yang mengambil sendiri dan membayar tunai.

Drop shipper,  adalah pedagang grosir fungsi terbatas yang menerima pesanan pelanggan, melakukan negosiasi dengan produsen untuk memasok barang, mengambil alih hak atas barang dan mengatur pengiriman ke pelanggan. Drop shipper bahkan tidak memiliki persediaan atau menangani produk dan menanggung risiko transaksi hingga pelanggan menerima barangnya.

Rock jobber,  pedagang grosir fungsi terbatas yang memasarkan barang-barang konsumsi (umumnya bukan makanan) langsung ke toko-toko pengecer, mengatur, dan mengerjakan rak pajangan di toko pengecer.

Pengecer (Retailer). Pengecer adalah perantara yang menjual produknya langsung kepada konsumen. Usaha eceran diklasifikasikan berdasarkan jasa, lini produk, harga dan lokasi. Aspek penting dalam strategi distirbusi setiap penjual adalah memilih jenis gerai eceran yang benar. Pengecer kreatif harus inovatif dalam berhubungan dengan pelanggan. Pedagang eceran dengan biaya operasi yang rendah menarik pelanggan dengan tawaran murah tetapi dapat mengambil untung dengan menyediakan pemilihan dan pelayanan terbatas. Ketika toko pengecer ini menambahkan lebih banyak bentuk jasa dan produk baru untuk meluaskan daya tariknya, harganya akan merangkak naik, mengakibatkan menurunnya daya tarik, harganya akan merangkak naik, mengakibatkan menurunnya daya tarik pesaing-pesaing lain.


Agen dan Pialang (broker). Agen dan pialang, termasuk juga e-agents dalam internet, berfungsi sebagai representatif independen dari berbagai macam produk perusahaan. Mereka bekerja berdasarkan komisi, biasanya sekitar lima persen dari penjualan bersih. Agen dan pialang memiliki pengetahuan luas tentang barang dan jasa. Mereka merupakan perpanjang tangan dari produsen yang tidak memiliki tenaga penjual sendiri. Tidak seperti pedagang grosir, para agen dan broker tidak mengambil hak atas barang dagangan yang mereka jual.


Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan saluran distribusi di antaranya (Eddy Suryanto, 2010) :

1.    Saluran distribusi. Beberapa saluran distribusi bersifat ringkas dan sederhana, yang lain bersifat panjang dan rumit. Banyak perusahaan membeli barang yang mereka gunakan dalam operasi mereka langsung dari produsen sehingga saluran distribusinya menjadi pendek. Sebaliknya, saluran untuk konsumen biasanya lebih panjang dan lebih rumit. 

2.    Cakupan pasar. Cakupan pasar yang tepat, jumlah grosir atau pengecer yang akan membawa produk bergantung pada sejumlah faktor dalam strategi pemasaran. Barang sehari-hari yang murah atau persediaan organisatoris seperti kertas komputer dan pena, akan terjual dengan baik jika tersedia dibanyak gerai. 

3.    Biaya. Biaya memainkan peran utama dalam pemilihan saluran perusahaan dan merupakan salah satu alasan utama mengapa begitu banyak perusahaan kecil memanfaatkan internet. Produsen kecil atau baru sering tidak mampu melakukan banyak fungsi yang diperlukan untuk menjual ke pengecer atau konsumen sehingga mereka memerlukan bantuan perantara. Tentu saja perantara tidaklah gratis sehingga produsen perlu memberikan kompensasi berupa diskon atau membayar komisi ketika perantara berhasil menjual produk kepada pelanggan akhir.

4.    Kontrol. Hal ketiga yang perlu dipertimbangkan saat memilih saluran distribusi adalah kontrol terhadap bagaimana, di mana, kapan, dan berapa banyak produk yang dijual. Saluran distribusi lebih panjang berarti kontrol semakin sedikit bagi produsen, dan semakin jauh dari penjual dan pembeli. Sebaliknya, perusahaan tidak ingin memusatkan terlalu banyak fungsi distribusi dalam kekuasaan terlalu sedikit perantara.

5.    Konflik saluran. Keberhasilan setiap anggota saluran bergantung pada keberhasilan keseluruhan seluruh sistem saluran, idealnya semua anggota seluruh bekerja sama dengan lancar. Namun setiap anggota saluran juga harus menjalankan aktivitasnya sendiri, yang berarti mereka bisa tidak setuju pada peran masing-masing anggota. Perselisih paham seperti itu menciptakan konflik saluran. Suatu sumber bersama dari konflik saluran adalah keputusan produsen untuk menjual produk secara langsung ke target pasar yang sama sebagai mitra saluran yang ada. Kehadiran e-commerce juga menciptakan banyak konflik, dengan penjualan secara langsung lewat situs web, bersaing dengan pengecer di dalam campuran distribusi mereka. 

 

Brand Image (Citra Merek) 

Menurut Kotler dan Keller (2012:770) citra merek adalah "the set of beliefs concumers hold about a particular brand". Citra merek adalah sejumlah kepercayaan yang dipegang konsumen berkaitan dengan merek. 

Citra merek adalah suatu identitas dan ciri khas yang dimiliki oleh suatu produk atau perusahaan yang membedakan dengan perusahaan atau produk lain, serta memberikan gambaran atau kesan yang ditimbulkan dalam suatu merek. 


Sciffman dan Kanuk (2007:43) menyebutkan faktor-faktor pembentuk citra merek adalah sebagai berikut : 

1. Kualitas atau mutu yang berkaitan dengam kualitas produk barang yang ditawarkan oleh produsen dengan merek tertentu.

2. Dapat dipercaya atau diandalkan, berkaitan dengan pendapat atau kesepakatan yang dibentuk  oleh masyarakat tentang suatu produk yang dikonsumsi.

3. Pelayanan yang berkaitan dengan tugas produsen dalam melayani konsumennya.

4. Citra yang dimiliki oleh merek itu sendiri, yaitu berupa pandangan, kesepakatan dan informasi yang berkaitan dengan suatu merek dan produk tertentu.

 



Sumber :

Suryati, Lili 2015. Manajemen Pemasaran; Suatu Strategi dalam Menigkatkan Loyalitas Pelanggan. Deepublish, Yogyakarta.

Sudaryono, 2016. Manajemen Pemasaran Teori dan Implementasi. Andi,  Jogjakarta.

Moch, Auditya, dkk, 2013. Journal "The Impact of Satisfaction and Trust on Loyalty of E-commerce Customers. Jakarta 

 


Comments